Dahulu, branding yang kuat identik dengan foto studio berkualitas tinggi dan video sinematik yang mahal. Namun, tren telah bergeser. Sekarang, audiens—terutama Generasi Z dan Alpha—lebih memilih konten yang terasa nyata, jujur, dan “apa adanya”. Inilah yang disebut dengan konten Lo-fi (Low-Fidelity). Strategi “Lo-fi” Content untuk Social Media Branding bukan berarti menurunkan kualitas, melainkan menurunkan tingkat […]